Formula Satu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Formula Satu, disingkat
F1 (atau bernama lengkap
The FIA Formula One World Championship),
adalah kelas balapan mobil formula tempat duduk tunggal yang tertinggi.
Terdiri dari sejumlah seri balapan yang dikenal dengan istilah
Grand Prix. Balapan diselenggarakan di dalam
sirkuit atau jalan umum dalam kota yang ditutup untuk umum. Hasilnya menentukan dua gelar
juara dunia,
satu untuk pembalap dan satu lagi untuk konstruktor. Pada balapan,
mobil balap dapat mencapai kecepatan 300 km/h (185 mph) yang dihasilkan
oleh mesin yang dapat mencapai tenaga sebesar 900
daya kuda pada putaran mesin sekitar 18.000
rpm (per
2005).
Eropa
adalah pusat tradisi Formula Satu dan tetap menjadi pusatnya hingga
sekarang. Sekarang ini Grand Prix telah diadakan di seluruh penjuru
dunia, dengan seri balapan baru di
Bahrain,
RRC,
Malaysia dan
Turki. Formula Satu adalah balap mobil termahal baik dalam segi produksi maupun olahraganya.
Aturan mainnya diatur oleh
Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), yang bermarkas di
Place de la Concorde,
Paris. Presidennya yang sekarang adalah
Jean Todt, dan secara umum disponsori dan diatur oleh pemegang hak komersial resmi
Bernie Ecclestone melalui berbagai perusahaan.
- Lihat pula Sejarah Formula Satu
Seri Formula Satu berakar pada seri
grand prix motor Eropa pada sekitar
1920-an dan
1930-an. Sejumlah organisasi balap grand prix membuat sejumlah aturan untuk kejuaraan dunia sebelum
Perang Dunia II. Dengan alasan penundaan karena perang, kejuaraan dunia pembalap tidak diformalkan sampai
1947 dan berlangsung untuk pertama kalinya pada
1950. Kejuaraan dunia konstruktor kemudian menyusul pada
1958.
Balapan Formula Satu tanpa gelar diselenggarakan bertahun-tahun, tetapi
dikarenakan membengkaknya biaya kompetisi mengakibatkan kompetisi ini
berakhir pada awal
1980-an.
Nama olahraga ini, Formula Satu, mengindikasikan bahwa ini merupakan
olahraga yang paling maju dan kompetitif di antara balapan mobil formula
lain.
- Lihat pula Daftar grand prix Formula Satu
[sunting] Awal kompetisi
Juan Manuel Fangio mengendarai mobil Alfa-Romeo 159 ini untuk menjuarai seri tahun 1951.
Gelar juara dunia Formula Satu pertama kali dimenangkan oleh pembalap
Italia Giuseppe Farina dengan mobilnya
Alfa Romeo tahun
1950, dengan mengalahkan rekan setimnya, pembalap
Argentina Juan Manuel Fangio. Akan tetapi, Fangio memenangkan gelar juara dunia pada tahun
1951
dan empat kali pada enam tahun berikutnya. Fangio kemudian menjadi
legenda yang mendominasi tahun-tahun pertama kompetisi Formula Satu.
Juara dunia dari
Britania Raya yang pertama adalah
Mike Hawthorn, yang mengendarai
Ferrari memenangkan gelar juara pada
1958. Kemudian
Colin Chapman memasuki kompetisi F1 sebagai perancang mobil dan kemudian menjadi pendiri
Lotus,
British racing green datang untuk mendominasi kompetisi pada beberapa dekade berikutnya.
Jim Clark,
Jackie Stewart,
Jack Brabham,
Graham Hill, dan
Denny Hulme
adalah sederetan nama pembalap dari tim Inggris dan negara-negara
persemakmuran yang memenangkan dua belas gelar juara dunia antara tahun
1962 hingga
1973.
Tahun 1962, Lotus memperkenalkan mobil dengan rangka aluminium yang dikenal dengan istilah
monocoque
yang menggantikan rangka tubular tradisional. Penemuan ini kemudian
menjadi langkah kemajuan teknologi besar sejak penemuan mobil
mid-engines. Tahun
1968
adalah tahun pertama kalinya olahraga ini memakai sponsor yaitu dimulai
dengan Lotus yang mengecat "Imperial Tobacco" di mobilnya.
Aerodinamika gaya tekan kebawah (
downforce) secara perlahan memainkan peranan penting dalam perancangan mobil, dimulai dengan munculnya
aerofoil tahun
1960-an. Akhir tahun 1970, Lotus memperkenalkan aerodinamika efek tanah (
ground effect)
yang menghasilkan gaya tekan yang bagus sehingga meningkatkan kecepatan
di tikungan (konsep ini pernah diujicoba sebelumnya oleh
Jim Hall dengan tim
IndyCar-nya pada tahun 1960-an.
Federation Internationale du Sport Automobile kemudian didirikan pada
1979.
Tahun 1981 dikenal sebagai awal dari adanya
Concorde Agreement,
sebuah kontrak yang mengikat tim-tim untuk berkompetisi sampai masa
berakhirnya kontrak. Kontrak itu juga berisi tentang pembagian sama rata
atas keuntungan yang didapat dari hasil penjualan hak televisi.
Merupakan tanda berakhirnya
Perang FISA-FOCA. Concorde Agreement yang kedua ditandatangani pada 1992 dan yang ketiga pada 1997 dimana akan berakhir pada akhir 2007.
Tim F1 Renault memperkenalkan mesin turbocharged pada tahun
1977 yang dapat menghasilkan lebih dari 700
bhp. Pada tahun-tahun berikutnya, khususnya
1987,
mobil-mobil Formula Satu dapat menghasilkan lebih dari 1.000 bhp. FIA
kemudian memberlakukan aturan kapasitas tanki bahan bakar pada
1984 dan kemudian melarang mesin turbocharged tahun
1989 untuk membatasi kecepatan mobil yang semakin meningkat.
Awal 1990 ditandai dengan diperkenalkannya alat bantu elektronik seperti
power steering,
traction control dan
gearbox
semi otomatis. FIA, dikarenakan banyaknya komplain mengenai hasil
balapan yang lebih ditentukan oleh teknologi dibandingkan keahlian
pembalap, melarang beberapa alat bantu tersebut pada
1994.
Walaupun demikian banyak pengamat berpendapat bahwa larangan atas alat
bantu pembalap tersebut tidak berarti sama sekali karena FIA tidak
mempunyai teknologi atau metode untuk menghilangkan fitur-fitur tersebut
dari kompetisi.
Tim
McLaren dan
Williams mendominasi balapan
1980-an dan
1990-an.
Honda
dan McLaren mendominasi banyak pada 1980-an, sementara tim Williams
yang diperkuat mesin Renault memenangi beberapa gelar juara dunia
pertengahan 1990-an. McLaren kemudian kembali pada akhir 1990-an.
Pertarungan antara legenda
Senna dan
Prost menjadi pusat perhatian pada
musim 1988 dan berlanjut sampai akhir 1993 dimana Prost menyatakan untuk pensiun.
Ayrton Senna secara tragis tewas pada tabrakan di
Grand Prix F1 San Marino 1994. Sejak itu banyak langkah diambil
FIA untuk meningkatkan standar keamanan. Tidak ada pembalap yang tewas di balapan sejak saat itu.
Pembalap dari McLaren, Williams,
Renault (dulunya bernama
Benetton) dan
Ferarri
merupakan empat tim teratas yang memenangi gelar juara dunia dari 1984
sampai saat ini. Karena kemajuan teknologi sejak 1990-an, biaya
kompetisi Formula Satu juga meningkat. Kedua hal ini mengakibatkan
tim-tim lainnya mengalami kesulitan tidak hanya untuk bertahan dalam
kompetisi namun untuk bertahan dalam bisnis. Masalah keuangan
mengakibatkan beberapa tim untuk mundur. Sejak 1990, 28 tim telah mundur
dari kompetisi Formula Satu. Salah satunya yang terjadi akhir-akhir ini
adalah mundurnya
tim Jordan.
Keselamatan adalah satu hal penting di era F1 modern.
Banyak rekor telah dipecahkan pada kompetisi di abad ke-21, khususnya di tangan
Michael Schumacher,
Fernando Alonso,
Lewis Hamilton, dan
Sebastian Vettel. Awal tahun 2000 merupakan tahun dominasi
Michael Schumacher dan tim
Ferarri. Pada tahun
2001, Schumacher memecahkan rekor untuk kemenangan terbanyak; rekor sebelumnya dipegang oleh
Alain Prost, dengan 51 kemenangan. Pada tahun
2002, Schumacher mencatat rekor klaim juara paling awal dengan menjuarai
Grand Prix F1 Perancis 2002 pada bulan Juli tahun itu. Tahun
2003, Schumacher mengklaim gelar juara dunianya yang ke-6, mengalahkan pemegang rekor sebelumnya
Juan Manuel Fangio yang memegang gelar juara dunia lima kali. Rekornya sekarang adalah 7 gelar juara dunia. Tahun
2008 Sebastian Vettel menjadi pembalap termuda yang menempati posisi pertama (
pole position) saat memimpin babak kualifikasi pada
Grand Prix F1 Italia 2008, dan pada besoknya ia menjadi juara balapan termuda dalam sejarah.
Walaupun dominasi Ferrari yang kuat,
Kimi Räikkönen yang mengendarai
McLaren mempunyai kesempatan besar untuk memenangi gelar juara dunia pada seri 2003.
Juan Pablo Montoya yang mengendarai
Williams juga memiliki kesempatan besar tahun 2003. Dominasi kuat Ferrari mencapai titik baliknya pada
25 September 2005, ketika
Fernando Alonso memenangkan gelar juara dunia seri 2005 dengan finish pada tempat ke-3 di
Grand Prix F1 Brasil 2005 dan juga memecahkan rekor juara dunia termuda menggantikan pemegang rekor sebelumnya
Emerson Fittipaldi
dari Brasil. Michael Schumacher sebelumnya memegang gelar juara dunia
selama lebih dari 1.800 hari. Rekor ini kemudian dipecahkan
Lewis Hamilton di musim 2008 dan dipecahkan lagi oleh
Sebastian Vettel di musim 2010.
Format kualifikasi berganti beberapa kali pada kompetisi tahun 2003.
Salah satunya adalah keharusan bagi pembalap untuk memulai balapan
dengan jumlah bahan bakar yang sama setelah kualifikasi, yang memaksa
tim untuk mencari strategi baru. Peraturan lainnya yaitu pembatasan
pemakaian mesin yang sama untuk dua kali balapan. Pembalap yang
mengganti mesinnya akan mendapatkan penalti memulai balapan dari posisi
paling belakang. Pembalap juga tidak diperkenankan untuk mengganti ban
selama balapan berlangsung, kecuali untuk mengganti ban yang rusak
sehingga dapat berisiko pada keselamatan pembalap.
Beberapa seri balapan di abad ke-21 juga mempunyai beberapa kontroversial dan skandal. Pada
seri Australia tahun 2002,
Rubens Barrichello,
rekan setim Schumacher di Ferrari yang sedang memimpin diperintahkan
untuk membiarkan Schumacher untuk mengambil alih pimpinan lomba. FIA
kemudian merespon dengan melarang
team order di peraturan yang baru. Pada
Grand Prix F1 Amerika Serikat 2005 di sirkuit
Indianapolis, kompetisi hanya diikuti tiga tim dari keseluruhan 10 tim ketika pabrikan ban
Michelin
menginformasikan bahwa ban buatannya tidak cukup aman untuk digunakan
dalam lomba, sehingga menyebabkan semua tim yang menggunakan bannya
untuk tidak mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan FIA menolak untuk
mengganti peraturan mengenai ban.
Awal tahun 2000, badan administrasi Formula Satu pimpinan Bernie
Ecclestone membuat sejumlah merek dagang termasuk logo resmi dan situs
web resmi untuk memberikan Formula Satu identitas perusahaan.
Tahun 2005 menandakan berakhirnya era mesin 10 silinder yang
digunakan selama lebih dari dua dekade. Mesin baru bersilinder 8
direncanakan untuk diperkenalkan pada awal musim kompetisi 2006.
- Lihat pula: Balapan Formula Satu, Peraturan Formula Satu
Sebuah seri balapan Formula Satu dilaksanakan pada akhir minggu,
dimulai dengan dua kali latihan bebas pada hari Jumat dan dua kali
latihan bebas pada hari Sabtu.
Pembalap ketiga
diijinkan untuk turun pada latihan bebas untuk tim yang finish pada
seri balapan sebelumnya di posisi 5 kebawah. Setelah sesi latihan,
dilaksanakan sesi kualifikasi yang dimulai dengan
flying lap
(dimana pembalap diukur waktunya dalam menempuh sekali putaran dalam
trak yang kosong diukur dari gari start) yang menentukan posisi pembalap
pada sesi lomba pada hari Minggu. Pembalap yang menempuh waktu tercepat
pada babak kualifikasi mendapatkan
pole position dan pembalap yang terlambat akan menempati posisi terakhir.
Lomba dimulai dengan putaran formasi pemanasan (
warm up)
setelah itu mobil kembali pada urutan yang sesuai di garis start sesuai
hasil kualifikasi sebelumnya. Jika seorang pembalap mengalami
stall sebelum putaran pemanasan dan dilewati sisa pembalap lainnya, ia harus memulai lomba dengan
start
dari posisi paling belakang. Selama ia bisa bergerak dan sedikitnya
satu mobil masih di belakangnya, ia dapat menempati posisinya.
Sebuah sistem lampu di atas lintasas akan memberikan sinyal untuk
lomba dimulai. Jarak yang ditempuh sekitar 300 kilometer (180 mil) dan
dibatasi untuk selama dua jam. Sesi latihan hanya sekitar 90 menit.
Selama lomba berlangsung, pembalap dapat melakukan satu atau lebih
pit stop untuk melakukan penggantian ban atau komponen yang rusak.
FIA
memberikan nilai kepada delapan pembalap tercepat dan kepada timnya
setiap seri balapan. Berturut-turut nilai yang diberikan adalah
25-18-15-12-10-8-6-4-2-1 (juara mendapatkan nilai 25, pembalap kedua
mendapatkan nilai 18, dan seterusnya). Juara dunia satu musim adalah
pembalap dan tim yang mendapatkan nilai tertinggi pada akhir musim
kompetisi.
[sunting] Pembalap dan konstruktor
- Lihat pula: Daftar konstruktor Formula Satu, Daftar pembalap Formula Satu, Daftar tokoh Formula Satu, Daftar juara dunia pembalap Formula Satu, Daftar juara dunia konstruktor Formula Satu
Tim Formula Satu membangun sendiri kendaraan yang dipakai untuk
berkompetisi. Istilah "konstruktor" dapat diartikan sebagai tim-tim
tersebut. Persyaratan inilah yang membedakan olahraga ini dengan
seri-seri balapan lain seperti
Indy Racing League,
Champ Car, dan
NASCAR, yang memperbolehkan mereka untuk membeli kendaraan, dan seri-seri seperti
GP2,
yang mengharuskan satu jenis kendaraan untuk semua tim. Pada
tahun-tahun pertama, tim-tim Formula Satu juga membuat sendiri mesin
yang dipakai. Sekarang ini hal tersebut semakin jarang terjadi
dikarenakan keterlibatan pabrikan-pabrikan mobil utama seperti
BMW,
DaimlerChrysler,
Renault,
Toyota, dan
Honda.
Keterlibatan awal pabrikan mobil datang dalam istilah "tim pabrikan" seperti
Alfa Romeo,
Ferrari (
FIAT) dan
Renault. Perusahaan seperti
Climax,
Repco,
Cosworth,
Hart,
Judd dan
Supertec, yang tidak memiliki hubungan dengan tim manapun seringkali menjual mesin ke tim-tim yang tidak mampu untuk membuatnya.
Sejak menghilang pada awal 1980-an, tim pabrikan kembali lagi pada 1990-an dan 2000-an.
Toyota,
Ferrari (
FIAT) dan
Renault telah memiliki tim sendiri.
BMW mengikuti langkah tersebut dengan membeli bekas tim
Sauber.
Honda akhir-akhir ini juga telah memiliki pengaruh atas bekas
British American Racing. Pabrikan mesin seperti
DaimlerChrysler
menyediakan mesin dan menjadi sponsor bagi tim-tim lainnya dengan
balasan iklan pada baju dan mobil. Pabrikan lainnya memilih menjadi
penyedia mesin komersial seperti
Cosworth.
Lomba
Formula Satu musim 1950 terdiri dari 18 tim. Dikarenakan biaya yang makin membengkak, banyak yang keluar dari persaingan dengan cepat.
Scuderia Ferrari menjadi satu-satunya tim yang berkompetisi sejak
1950.
Per 2005 hanya sepuluh tim yang tersisa, setiap tim menyediakan dua
mobil. Walaupun setiap tim merahasiakan informasi mengenai anggaran dana
mereka, tetapi diperkirakan anggaran tersebut berkisar antara 75 juta
USD sampai 500 juta USD untuk setiap timnya.
Untuk menjadi tim baru di kejuaraan dunia Formula Satu membutuhkan
dana 25 juta poundsterling (sekitar 50 juta USD) yang dibayarkan dimuka
kepada
FIA,
yang kemudian dibayarkan kembali kepada tim tersebut akhirnya. Sebagai
konsekuensinya, konstruktor yang ingin memasuki kompetisi Formula Satu
seringkali lebih suka membeli tim yang sudah ada seperti:
B.A.R. yang membeli
Tyrrell dan
Midland yang membeli
Jordan.
Setiap mobil diberikan nomor. Juara dunia musim sebelumnya diberikan
nomor 1, rekan setimnya diberikan nomor 2. Nomor-nomor berikutnya
diberikan sesuai dengan posisi masing-masing konstruktor pada musim
sebelumnya. Pengecualian diberikan jika juara dunia sebelumnya tidak
lagi ikut berkompetisi. Nomor
13
tidak digunakan sejak 1974. Sebelum 1996, hanya juara dunia pembalap
dan timnya yang bertukar angka dengan juara musim sebelumya. Sisanya
tetap menggunakan nomor yang sama dengan musim sebelumya, dimana
nomor-nomor tersebut ditetapkan pada musim 1974. Contohnya untuk
beberapa tahun, Ferrari menggunakan nomor 27 dan 28, tidak peduli
berapapun posisi yang mereka raih pada kompetisi. Seiring dengan
bergabungnya tim-tim baru pada awal 1990-an, nomor-nomor kemudian secara
rutin diacak kembali sampai sistem yang sekarang berlaku sejak 1996.
Michael Schumacher memegang rekor untuk pembalap yang paling sering menjadi juara dunia (tujuh kali) dan
Scuderia Ferrari memegang rekor konstruktor yang paling sering menjadi juara dunia (14 kali).
- Lihat pula: Daftar grand prix Formula Satu
Jumlah Grand Prix yang diselenggarakan di setiap musim balapan
berubah-ubah sepanjang waktu. Musim pertama tahun 1950 terdiri dari 7
sesi dan terus bertambah sepanjang waktu. Sejak 1980 jumlah sesi balap
bertahan di 16 atau 17 seri dan kemudian mencapai 19 seri di tahun
2005.
Enam dari tujuh seri balap musim pertama berada di
Eropa menyisakan seri
Indianapolis
sebagai satu-satunya seri balapan yang diselenggarakan di luar Eropa.
Kompetisi F1 kemudian secara bertahap meluas ke negara-negara non Eropa.
Argentina menjadi satu-satunya negara di
Amerika Selatan yang menyelenggarakan grand prix pada tahun
1953.
Maroko kemudian menjadi negara
Afrika pertama yang menjadi tuan rumah balapan F1 tahun 1958. Menyusul kemudian
Asia (
Jepang tahun
1976) dan
Oseania (
Australia tahun
1985). Seri balapan yang sekarang tersebar di sejumlah negara di benua
Eropa,
Asia,
Oseania,
Amerika Utara dan
Amerika Selatan.
Umumnya, setiap negara menjadi tuan rumah grand prix sekali dalam
setiap musim yang membawa nama negara tersebut ke pentas internasional.
Dengan pengecualian
Jerman yang menyelenggarakan dua seri balap setiap musim. Satu di antaranya adalah
Grand Prix Eropa.
Sirkuit yang digunakan untuk balapan bisa berbeda dari satu musim ke musim berikutnya.
Grand Prix Inggris contohnya diselenggarakan setiap tahun sejak 1950 telah rutin berganti antara
Brands Hatch dan
Silverstone mulai tahun 1963 sampai 1986. Satu-satunya seri balapan yang ada dalam setiap musim kompetisi adalah
Grand Prix Italia. Seri Italia selalu diadakan di
Monza, dengan satu pengecualian pada tahun 1980 dimana seri tersebut diadakan di
Imola (yang sekarang menjadi sirkuit dari
Grand Prix San Marino).
Salah satu seri balapan terbaru adalah yang diadakan di
Bahrain dimana menjadi penyelenggaraan balapan F1 pertama di
Timur Tengah.
- Lihat pula: Daftar sirkuit Formula Satu
Pit lane, tempat dimana pembalap berhenti untuk mengisi bahan
bakar selama balapan dan tempat tim bekerja sebelum balapan dimulai
umumnya berada di samping garis start. Tempat lainnya di sirkuit
berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Umumnya sirkuit yang
dipakai menggunakan arah searah jarum jam. Sirkuit yang memakai arah
berlawanan dengan arah jarum jam dapat menyebabkan masalah pada leher
pembalap karena gaya yang ditimbulkan oleh mobil-mobil F1. Beberapa
tikungan-tikungan pada sirkuit-sirkuit F1 diberi nama seperti tikungan
Eau Rouge di
Spa-Francorchamps, tikungan Tamburello di
Imola, Curva Grande di
Monza, dan yang terkenal akhir ini adalah tikungan ke-13 di
Indianapolis, dikenal sebagai tikungan tercepat dalam olahraga ini.
Kebanyakan sirkuit yang digunakan sekarang ini adalah sirkuit yang
khusus dibuat untuk kompetisi F1. Satu-satunya sirkuit yang menggunakan
jalan raya umum adalah
Circuit de Monaco, yang digunakan
Grand Prix Monako.
Glamour dan sejarah balapan Monako merupakan alasan satu-satunya kenapa
sirkuit tersebut masih digunakan sekarang ini karena sirkuit itu
dianggap tidak memenuhi standar keselamatan yang diminta. Juara dunia
tiga kali
Nelson Piquet pernah menggambarkan balapan di Monako seperti "mengendarai sepeda di ruang tamu Anda".
Sirkuit Formula Satu modern memiliki area kosong yang luas, jebakan
kerikil dan penghalang ban untuk mengurangi risiko dalam kecelakaan. FIA
memerintahkan beberapa perubahan terhadap sirkuit-sirkuit setelah
kematian dari
Ayrton Senna dan
Roland Ratzenberger di
Imola selama musim 1994.
[sunting] Masa depan Formula Satu
Perubahan dan proposal perubahan aturan akhir-akhir ini ditujukan untuk
menghilangkan "perang ban" yang dikritik telah memindahkan lomba dari
kompetisi pembalap ke kompetisi ban.
- Lihat pula: Masa depan Formula Satu
Formula Satu sempat mengalami masa-masa sulit pada awal 2000-an. Fans
mengekspresikan kehilangan minat mereka karena dominasi dari
Michael Schumacher dan Scuderia Ferrari. Pada masa sekarang ini,
FIA
dibebani tanggung jawab untuk membuat aturan yang dapat mengurangi
biaya yang makin meningkat sehingga dapat memengaruhi tim-tim kecil
serta aturan untuk meningkatkan keselamatan pembalap.